TAMBANG TODAY

TAMBANG, 07 Mei 2009 | 21.54

Pemprov NTB Pulangkan 220 Penambang Rakyat Asal Kalsel

Emas hasil penggalian para penambang
rakyat di Sekotong (Dok: Dinas Pertam-
ngan dan Energi Prov NTB)

Abraham Lagaligo
abraham@tambang.co.id

Jakarta – TAMBANG. Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (Pemprov NTB) berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lombok Barat, baru saja memulangkan 220 penambangan rakyat asal Kalimantan Selatan (Kalsel) ke daerah asalnya.

Langkah ini menyusul kebijakan Pemkab Lombok Barat menutup kawasan tambang rakyat Sekotong, karena sering terjadi longsor dan telah memakan banyak korban tewas.

“Jadi Pemkab Lombok Barat yang memulangkan, biayanya dari Pemprov NTB,” jelas Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi NTB, Heryadi Rachmat, kepada Majalah TAMBANG, di Jakarta, Kamis, 7 Mei 2009.

Sejak satu setengah tahun yang lalu, di daerah Sekotong, Lombok Barat, NTB, telah berlangsung aktivitas tambang rakyat. Puluhan ribu orang dari berbagai daerah bahkan dari luar pulau, datang untuk mendulang emas dengan peralatan sangat sederhana.

Bukan hanya mendulang dari sungai, para penambang juga menggali terowongan untuk mendapatkan emas kadar tinggi. Akibatnya, terjadi beberapa kali longsoran yang membuat korban tewas maupun luka parah. Kerusakan lingkungan pun terjadi tak terperikan.

Pada Januari 2009, telah terjadi longsoran yang merenggut lima nyawa. Sebelumnya, pada Agustus 2008 juga telah terjadi longsoran yang menewaskan empat penambang. Pemkab Lombok Barat pun memutuskan untuk menutup lokasi tambang rakyat itu.

Meski ditutup, tetap saja ada orang yang nekat masuk untuk menambang. Aparat yang berjaga berusaha menghalau massa, namun banyak yang sembunyi-sembunyi menerobos penjagaan aparat. Pada bulan lalu, datang ratusan penambang rakyat dari Kalsel yang berniat berburu emas.

Sebanyak 220 orang dari ratusan penambang asal Kalsel itu berhasil diamankan. Mereka diperlakukan dengan baik dan ditampung di Asrama Haji. Setelah didata, mereka kemudian dipulangkan kembali ke kampung halamannya.

Di wilayah Sekotong sejak lama diketahui terdapat cadangan emas kadar tinggi. Investor yang berniat membuka tambang profesional di daerah itu, ditolak oleh pemda karena adanya peraturan tata ruang yang melarang pertambangan di Pulau Lombok.

“Untuk menjembatani hal itu, Pemprov NTB sudah meminta revisi peraturan ke DPR. Mudah-mudahan tahun ini bisa diselesaikan, dan lebih baik emas di Sekotong ditambang secara profesional, agar tidak jatuh lebih banyak korban,” jelas Heryadi.


Berita Lain